🐟 Rumah Makan Pringsewu Semarang
PringsewuKota Lama Semarang. Diklaim. Simpan. Bagikan. 4 ulasan #531 dari 654 Restoran di Semarang Makanan Laut. Jl. Suari No.10 -12 Tiong Ham, Kota Lama, Semarang 50137 Indonesia +62 813-9260-8822 Situs Web Menu + Tambahkan jam operasinal. Sempurnakan halaman ini. Upload foto!
TheBamboo Restaurant Chain terbentuk tanggal 1 November 1992. Pringsewu Restaurant Group merupakan perubahan nama dari The Bamboo Restaurant Chain pada tahun 1998. Sampai dengan saat ini pringsewu group telah membuka jaringan resto di pulau jawa lebih dari 18 Cabang yang tersebar dikota kota besar di jawa barat, jawa tengah dan jawa timur.
Claimed 4 reviews #392 of 657 Restaurants in Semarang Seafood. Jl. Suari No.10 -12 Tiong Ham, Kota Lama, Semarang 50137 Indonesia +62 813-9260-8822 Website Menu + Add hours. Enhance this page - Upload photos!
Suksesdengan warung makan pertamanya, Agus Hardyanto sebagai pemilik dan komisaris PT. Pringsewu Cemerlang, mendirikan rumah makan ke dua di Tegal yang diberi nama Pringkembar. Restoran ke dua yang dibuka pun sukses menjadi rumah makan yang banyak dikunjungi di lintasan Pantura. Tak puas dengan dua restoran miliknya, Agus terus mengembangkan
. Pendatang baru di Kota Lama ini memang bukan wajah baru dalam dunia kuliner. Cabang ke-21 dari Pringsewu Restaurant Group ini datang dengan nuansa klasik retro yang kami pikir, bangunan yang digunakan punya daya pikat tersendiri. Terutama sejarahnya. Berikut sedikit ulasam Pringsewu Semarang dari kami.
Semarang Indonesia. 577 253. Diulas 8 Oktober 2018 . Masakan ala jawa tengah. Ketika kami pulang ke kota semarang dari jakarta, kami rehat di rest area Tol Palikanci km 207 untuk santap siang di rumah makan Pringsewu yang sudah pernah kami coba di jogya, yaitu paket nasi ayam penyet. Walaupun berada di rest area harga makanannya tidak mahal
32thoughts on " Restoran taman Pringsewu Tegal " Xeo March 23, 2017 at 5:02 pm. salam kenal semua , beberapa hari yang lalu saya dan rombongan dari sekolah pariwisata jakarta mengunjung rumah makan pringsewu tegal , saya kagum dengan pemandangan yang ada disana sangan menarik dan menyegarkan mata , makanan yang di tawarkan disana sangat menarik dan rasanya tidak kalah jauh denag
Rumahdijual dijual rumah bagus strategis di seputaran rumah makan pringsewu dengan interior tak berperabot, dengan 2 Kamar Tidur, harga Rp 2,9 M di mulungan, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta ️ Lihat detail lengkap, foto, lokasi & fasilitas.
SudahBuka, Resto Pringsewu Semarang. Pringsewu adalah restoran dibawah naungan pringsewu group yang cukup terkenal. Restoran pringsewu tersebar di jalur pantura dan beberapa di jalur selatan. Jalur-jalur itu memiliki potensi yang luar biasa. 80% pengunjung restoran pringsewu berasal dari passing guest. Pada tahun 1987 Agus hardyanto mendirikan
.
Oei Tiong Ham adalah seorang kaya raya yang berasal dari Semarang. Menjadi salah satu orang termashyur di Asia Tenggara karena berdagang gula adalah takdirnya. Ada banyak sisa-sisa masa jayanya masih kokoh berdiri, namun tak banyak yang mengetahui bangunan itu adalah sederetan saksi bisu kisah sang raja gula. Saya termasuk orang yang suka merunut kisah Oei Tiong Ham. Senang sekali rasanya, ketika mendapat pesan dari mbak Uniek untuk berbuka puasa bersama di Restoran Pringsewu Kota Lama semarang yang baru saja dibuka. Usut punya usut, bangunan ini adalah peninggalan Oei Tjie Sin, ayah Oei Tiong Ham ketika merintis bisnis pertama kalinya. Senang rasanya, satu lagi "petilasan" sang raja gula saya kunjungi. Restoran Pringsewu Semarang terletak di Jalan Suari Kawasan Kota Lama Semarang. Fasad bangunan masih terjaga, menampilkan arsitektur Hindis dengan jendela-jendela tinggi, dan kayu-kayu besi sebagai lantai dan ornamen langit-langit. Berdiri sejak 1 Maret 1862, bangunan yang dulunya bernama NV Handel Matschappij Kian Gwan ini masih kokoh dan ternyata memiliki banyak ruangan di dalamnya. Pertama kali masuk, saya langsung disambut ruangan lobby yang sudut-sudutnya sudah direnovasi. Suasana berubah menjadi ala modern rustic berpadu dengan Scandinavian, dengan ruangan yang berpendingin udara. Ternyata, di lantai dasar juga ada sebuah open space yang cocok untuk out door seating seperti pesta atau sekadar ruangan untuk merokok. Di sudut lantai dasar juga ada Musholla dan toko oleh-oleh. Sensasi bangunan tua masih terasa, namun juga tetap bersih dan modern di beberapa sisi. Saya kemudian naik ke lantai dua tempat acara buka bersama. Lantai dua ini ternyata cukup luas, dengan layout ruangan seperti sebuah aula pertemuan. Cocok untuk yang ingin mengadakan acara grup seperti meeting, buka bersama, reuni, dan tentunya jamuan makan kelompok tour yang sedang berwisata di Kota Lama. Kabarnya, masih ada ruangan luas lainnya yang akan segera tersedia. Maklum, restoran ini masih sangat baru jadi banyak juga yang masih dipersiapkan. Sore itu ada beberapa menu yang disajikan. Semuanya masakan Indonesia berpadu dengan gaya masak ala peranakan, terlihat dari melimpahnya bawang putih goreng yang menjadi taburan di beberapa hidangan. Yang jelas ada satu makanan yang cukup menarik perhatian hari itu selain ragam menu Gurame yang disajikan, yaitu Nasi Bandem. Nasi Bandem adalah menu istimewa dari Restoran Pringsewu Semarang. Menu ini merupakan nasi kepal yang di dalamnya ada isian teri dan disajikan bersama lauk-pauk seperti telur dadar, bakso goreng, tahu, tempe, ayam, dan sambal. Unik, karena bentuknya yang tidak biasa seperti onigiri namun khas Indonesia. Menu ini hanya tersedia di Restoran Pringsewu Semarang saja, tidak ada di Restoran Pringsewu cabang lainnya. Waktu berbuka puasa tiba, saya kebagian menu ikan gurame pecak, dan buncis yang digoreng tepung ditaburi bawang putih goreng. Ikan gurame pecak cukup membuat lidah saya terlena. Paduan rempah yang pedas, wangi, dan kental menyatu dengan ikan gurame yang masih manis dagingnya. Sensasi ketika kuah dan daging ikan menyatu dengan nasi yang pulen namun tidak lembek benar-benar meningkatkan nafsu makan. Senangnya juga ikan guramenya tidak ada rasa tanah, seperti yang kadang ditemukan di ikan air tawar yang jelek perawatan budidayanya. Pemilihan yang cermat dari restoran ini pada bahan baku masakannya tentunya menjadi nilai lebih. Buncis goreng tepungnya juga renyah di luar lembut di dalam. Tepungnya tidak sekadar tepung yang tanpa rasa, namun tepung bumbu yang dari gigitan pertama langsung jelas terasa di lidah, menjelaskan kalau bumbu masakan ini kuat dan pas. Taburan bawang putih gorengnya benar-benar memperkaya cita rasa. Cocok diambil untuk ditaburkan di atas nasi dan memberikan sensasi kriuk ketika dikunyah. Nasi Bandem Gurame Pecak Jus jambu dan tempe mendoan menjadi penutup santapan petang itu. Tempe mendoannya ternyata memang tidak sesuai dengan ekpektasi saya yang berharap merasakan mendoan khas Purwokerto di Semarang. Mendoannya hanya sekadar tempe goreng tepung biasa. Memang belum ada rasanya tempat di luar Purwokerto yang menyajikan mendoan seenak penganan khas kebangaan wong Banyumasan itu. Namun, sambal cocolan tempe mendoannya enak. Sudah hampir mendekati sambal cocol tempe mendoan asli Purwokerto. Lebih dari semua kelezatan masakan itu, yang jelas saya senang berkunjung ke Restoran Pringsewu karena narasi Oei Tiong Ham-nya. Membayangkan sang raja gula remaja bermain di kantor ayahnya, atau membayangkan Oei Hui Lan anak Oei Tiong Ham berkunjung melihat aset-aset mereka di masa lalu adalah imajinasi yang sangat menyenangkan bagi saya. Di restoran ini, sebagian peradaban Asia Tenggara pernah tercipta. Jalur gula yang mahsyur, kisah sosialita dari Oei Hui Lan, kayanya Oei Tiong Ham, dan majunya Semarang karenanya, pernah disaksikan oleh sudut-sudut bangunan yang kini menjadi Restoran Pringsewu Semarang.
May 20, 2018 Jalan-jalan di kota lama memang mengasyikan. Dan kalau udah capek juga perut krucuk-krucuk jangan khawatir bakal kelaparan. Selain beberapa cafe dan rumah makan yang sudah dulu ada, sekarang ada restoran baru buka yang layak jadi rujukan kamu semua gaes. Namanya Restoran Pringsewu. Kalau kamu merasa familiar sama nama RM Pringsewu kamu ga salah kok. Karena rumah makan ini memang bukan pemain bisnis kuliner baru, tapi justru sudah lama banget. Dan kebanyakan rumah makannya buka di jalur pantura. Pasti buat kamu yang biasa bepergian di jalur utara pulau Jawa bakal sering lihat spanduk dan penunjuk RM Pringsewu 'beberapa meter lagi' sepanjang jalan. Pringsewu Semarang sudah resmi dibuka per 12 Mei 2018 lalu. Dan alhamdulillah pada hari Sabtu 19 Mei 2018, beberapa teman-teman blogger Semarang diundang oleh pihak Pringsewu sehingga bisa berbuka bersama sekaligus bertemu dengan Bapak Aryanto Wahyu & Bapak Rosyad Khan Dir Marketing serta Bapak Sunarto Manager. Sebelum waktu berbuka tiba, kami juga sempat medengarkan sejarah gedung yang ditempati Pringsewu serta cerita tentang wayang suket Dewi Sri dari Duta Kola yaitu pak Rofiq Achmad. Temu Pringsewu dengan Blogger photo credit IkaPuspita1 wayang suket dewi Sri Untuk di Semarang sendiri, restoran Pringsewu yang berlokasi di Jalan Suari 10 – 12 adalah cabang ke 21 dari seluruh jaringan rumah makan Pringsewu yang dimiliki. Dengan suasana klasik retro yang menempati gedung bekas kantor pusat NV Kian Gwan milik raja gula Oei Tiong Ham mari kita intip yuk bagaimana suasana di dalam Resto Pringsewu ini. RM. Pringsewu dari depan dan bagian dalam resto Ada toko oleh-oleh juga di RM Pringsewu Rumah makan Pringsewu ini kalau menurut saya cocok buat santap sekeluarga. Bukan cuma orang dewasa yang bakalan betah di sini, tapi anak-anak juga sepertinya senang buat 'eksplor' ruangannya yang luas. Pengunjung bisa milih duduk di area depan kasir, di selasar samping kasir, di bagian belakang yang ternyata semi outdoor atau di lantai 2 yang bisa juga buat event seperti ulang tahun atau acara kantor. Di lantai 2 ini ada spot yang asyik banget kalau makan sama pasangan sambil ngobrol melihat suasana kota lama saat malam hari. Duh romantis bingit deh. Kalau kamu masi jomblo jangan sedih lah, cari gebetan dulu ajak aja temen-temen buat nongkrong bareng. Ketika adzan maghrib tiba, kami pun segera membatalkan puasa terlebih dahulu dengan kolak berisi pisang, waluh dan singkong. Kemudian mulai makan makanan berat yang sudah disiapkan di meja. Yuk mari intip apa aja menu makanannya buncis cabe garam - tumis pakcoy gurameh gandum - pesmol gurame mendoan - onde-onde Sego Bandhem udang saus mangga - udang saus padang Beberapa masakan citarasa Indonesia khas Pringsewu cocok banget di lidah saya yang emang pecinta masakan nusantara. Alhamdulillah karena ga punya pantangan jadi bisa mencicipi semua makanan yang bikin air liur menetes. Ada udang saus padang dan saus mangga yang pedes manis, buncis cabe garam dan pakcoy bertabur bawang putih cincang goreng, gurame goreng gandum yang kriuk, dan favorit saya si gurame pesmol yang nyikmat abis. Selain menu utama, Pringsewu juga punya nasi bandhem yang disajikan apik di atas talenan beralaskan daun pisang. Dinamakan nasi bandhem karena nasinya dibentuk bulat kira-kira seukuran 2 kepalan tangan dan bisa buat bandhem *melempar. 1 porsi nasi bandhem ini pas cocok buat 1 orang karena isinya komplit banget termasuk lauk, sayur dan krupuk. Ada 2 pilihan nasi bandhem yaitu jenis geprak atau penyet. Rumah makan Pringsewu Semarang selain menerapkan kenyamanan dan kebersihan dengan menyediakan wastafel, toilet dan mushola, pengunjung juga bisa sekalian beli buah tangan di toko oleh-oleh yang ada di dekat mushola.
rumah makan pringsewu semarang